Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah a perasaan mau menang from OK 123 at SMA Rizvi Textile Institute
SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Bagaimana cara menghindari pertengkaran karena perbedaan​ INI JAWABAN TERBAIK 👇 Membalas 1. Jangan membahas atau menangani masalah orang lain jika Anda tidak menyukainya. 2. Hindari pertengkaran dengan menjauhi perselisihan, caranya adalah dengan menghargai dan membiarkan perbedaan yang ada. 3. Sebagai orang yang tidak mudah percaya dengan gosip, fitnah juga merupakan tawuran karena bisa berujung pada pertengkaran. 4. Terapkan sikap tabayyun, yaitu selalu mencari kebenaran dan tidak mendasarkan kemarahan atau kebencian hanya pada rumor tanpa bukti. 5. Terapkan kesabaran dan kerendahan hati. Jika Anda merasa dirugikan, bersabarlah dan jangan membalas karena dapat menyebabkan pertengkaran yang sia-sia. Selain memiliki kesabaran, menerapkan penilaian yang baik kepada seseorang juga dapat membantu kita melepaskan amarah dengan memahami keadaan apa yang membuat seseorang berbuat jahat dan sebagainya. 6. Jadilah orang yang pemaaf, artinya jika seseorang melakukan kesalahan, hindari marah karena hanya akan berujung pada pertengkaran. Adalah baik untuk bersabar dan memaafkan. Jika Anda tidak dapat disarankan, maka pergilah. 7. Jika terjebak dalam perkelahian, akhiri dengan mengalah karena tidak ada gunanya melanjutkan dan hanya mengarah pada dosa. Penjelasan YaAkukereta bawah tanahataugramke bawah tanahkeUtaraFkekeAnda ^_^ Membalas Tunjukkanlahsikap profesional di lingkungan perusahaan tempat kamu bekerja. Jaga tutur katamu agar tak mengeluarkan kata-kata kasar yang bisa saja menimbulkan pertengkaran. Berusahalah juga untuk menghindari rekan kerja yang hobi bergosip tentang masalah pribadi maupun masalah yang ada di perusahaan. 4 sikap ini harus dihindari dalam pertengkaran Melawan, Lari, Berbohong, dan Menyerah. Dua sikap pertama umunya dilakukan oleh pria sementara dua sikap terakhir dipilih wanita ketika terlibat konflik dengan pasangannya. Keempat sikap ini tidak pernah menyelesaikan masalah, malahan akan memperkeruh masalah dan menimbulkan sakit hati di masa depan. Pertama-tama, saya akan membahas alasan mengapa kita cenderung memilih satu atau beberapa sikap ini ketika terjebak konflik dengan orang lain. Kemudian kita akan membahas dampak negatif keempat sikap ini. MENGAPA BEGITU PENTING MENJADI BENAR ? Mana yang lebih penting bagi anda ? Pasangan anda atau. harga diri anda ? Saya yakin jawabannya adalah hubungan dengan pasangan kita. Itu kalau kita sedang dalam keadaan baik-baik saja. Jawabannya jelas berbeda jika saat ini kita sedang perang dengan pasangan kita. Harga dirilah yang paling penting ! Harga diri adalah soal kebenaran. Yang salah harus mengaku salah dan meminta maaf kepada yang benar ! Yeee ! Sebegitu pentingkah menjadi benar dibandingkan dengan pasangan anda ? Kadang-kadang sih ! He...he..he... Yang pasti, kecenderungan ini bukan salah anda. Ini adalah hukum dunia. Dunia menghargai kemenangan, kebenaran, dan hasil. Dunia menghukum pecundang, kesalahan, dan kegagalan. Karena itulah sejak kecil kita diajar untuk menjadi nomer satu oleh orang tua kita. Ketika nilai-nilai kita bagus, papa memberikan hadiah, ketika nilai kita jelek, mama marah-marah. Dan ketika kita gagal mereka menghukum kita. Entah itu tidak boleh nonton tivi, maen ps, atau dipotong uang sakunya. Kegagalan adalah aib, memalukan, dan pantas dihukum. Memangnya apa salahnya kegagalan ? Thomas Alfa Edison gagal sebanyak 1000 kali sebelum menemukan bola lampu pijar. Donald Trump bangkrut beberapa kali sebelum akhirnya menjadi multimilioner. Soichiro Honda memulainya dengan sepeda yang ditempeli mesin yang menjadi olok-olokan orang sekampungnya sebelum menciptakan sepeda motor sungguhan. Kolonel Sanders menghadapi penolakan ketika menawarkan franchise ayam gorengnya ! Albert Einsten ditakdirkan sebagai orang aneh, idiot, dan bodoh. Hellen Keller buta, Nick Vu..... tidak memiliki tangan ataupun kaki. Semua orang ini dipandang sebagai orang - orang gagal oleh dunia. Mereka raja kegagalan yang harus dihukum, dijauhi, dan disingkirkan dari masyarakat ! Tetapi, tanpa mereka, hidup kita tidak akan pernah senyaman ini. Kita berhutang kepada juara-juara kegagalan ini ! Pelajaran terbaik yang bisa kita pelajari adalah saat kita mengalami kekalahan dan kegagalan. Bukan kesuksesan ! Jadi, mengapa harus stress jika beberapa usaha kita gagal ? Mengapa malu dengan kekalahan ? Mengapa berhenti berusaha ? Sebab dunia tidak mentolelir kegagalan ! Ini salah ! Benar - benar salah ! Dunia, teman-teman kita, orangtua kita, bahkan pasangan kita sendiri boleh mengejek kegagalan kita. Selama anda memahami bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, maka anda tidak akan pernah berhenti hingga tujuan anda tercapai ! Jika kebenaran lebih penting daripada sebuah hubungan, apalagi hubungan suami-istri. Maka anda melewatkan satu-satunya hal yang paling berharga di kehidupan ini ! Seiring bertambah usia, kita akan menyadari tidak ada barang-barang yang kita bawa mati kecuali ingatan-ingatan kita bersama orang-orang yang kita cintai ! Benar itu penting ? JELAS PENTING LAH ! Namun pertimbangkan lagi jika taruhannya adalah hubungan dengan pasangan anda ! 4 SIKAP YANG HARUS DIJAUHI DALAM PERTENGKARAN Pada dasarnya ada empat sikap yang diambil orang agar tidak terluka dalam pertengkaran, yakni Melawan Lari Berbohong Menyerah Masing-masing dari sikap ini menawarkan keuntungan jangka pendek, tapi dalam jangka panjang semuanya tidak produktif. Marilah kita membahas masing - masing sikap ini. MELAWAN. Sikap ini kecenderungan pria. Jika percakapan tidak bersahabat dan tidak mendukung, orang - orang tertentu secara naluri mulai melawan. Mereka segera beralih ke sikap ofensif. Semboyan mereka adalah "pertahanan yang baik adalah serangan." Mereka menyerang dengan menyalahkan, menghakimi, mengecam, dan membuat pasangan tampak keliru. Mereka cenderung berteriak dan marah besar. Motif batin mereka adalah menakut-nakuti pasangan mereka supaya mencintai dan mendukung mereka. Jika pasangannya mundur, mereka menganggap telah menang, tapi sebetulnya mereka kalah. Intimidasi senantiasa memperlemah kepercayaan dalam suatu hubungan. Memaksakan kehendak untuk memperoleh apa yang dikehendaki dengan membuat orang-orang tampak keliru sudah pasti akan menggagalkan sebuah hubungan. Pasangan yang sering bertengkar lambat-laun akan kehilangan kemampuan untuk membuka diri dan lebih berperasaan halus. Wanita melindungi diri dan pria menutup rapat-rapat serta berhenti menyayangi pula. Lamba-laun mereka kehilangan kemesraan apa pun yang mereka miliki pada awalnya. LARI. Sikap ini juga sering dilakukan oleh para laki-laki. Untuk mencegah konfrontasi, mereka mundur ke gua-gua mereka dan tak pernah muncul. Ini mirip perang dingin. Mereka tidak mau berbicara dan tak ada yang diselesaikan. Sikap pasif agresif ini tidak sama dengan beristirahat sejenak dan kemudian kembali untuk berbicara dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih penuh kasih sayang. Mereka yang lari ini takut dengan konfrontasi dan lebih suka bersembunyi, tak mau membicarakan yang dapat menimbulkan pertengkaran. Mereka berjalan dengan sangat hati-hati dalam menjalin hubungan. Kaum wanita sering mengeluh bahwa mereka harus sangat hati-hati, tapi kaum pria pun demikian. Tindakan ini begitu dalam tertanam dalam diri pria, sehingga mereka bahkan tidak menyadari betapa sering mereka melakukannya. Daripada bertengkar, pasangan-pasangan tertentu lebih suka mendiamkan perselisihan paham mereka. Mereka mencoba memperoleh apa yang mereka kehendaki dengan menghukum pasangan mereka dengan menahan cinta. Mereka tidak langsung melukai pasangan mereka, seperti serdadu. Sebagai gantinya, mereka melukai secara tak langsung dengan perlahan-lahan merampas cinta yang layak mereka terima. Dengan menahan cinta, pasangan kita tentu makin mengurangi apa yang diberikan pada kita. Keuntungan jangka pendeknya adalah damai dan keselarasan, tapi apabila masalah-masalahnya tidak dibicarakan dan perasaan-perasaan tidak didengarkan, kebencian akan menumpuk. Dalam jangka panjang, mereka kehilangan kontak dengan perasaan cinta dan penuh gairah yang dulu mendekatkan mereka. Biasanya mereka melarikan diri dengan banyak bekerja, makan terlalu banyak, atau kecanduan-kecanduan lain yang mematikan perasaan-perasaan menyakitkan yang tak dapat mereka pecahkan. BERBOHONG. Sikap ini umumnya dilakukan oleh wanita. Agar tidak terluka dalam pertarungan, orang ini berpura-pura tidak ada masalah. Ia pura-pura tersenyum, tampak sangat menyenangkan, dan bahgia. Tapi lama-kelamaan para wanita ini jadi semakin membenci, mereka senantiasa memberi kepada pasangannya tapi tak pernah memperoleh kembali. Kebencian ini menghambat ungkapan cinta secara alami. Mereka takut bersikap jujur mengenai perasaan-perasaan mereka, maka mereka mencoba membuat segalanya "beres, oke-oke, dan baik-baik saja." Kaum pria biasa menggunakan ungkapan-ungkapan ini, tapi bagi mereka artinya sama sekali lain. Bagi pria, ungkapan ini berarti, "ini boleh-boleh saja, sebab aku bisa menghadapinya sendirian" atau "Tak apa, aku tahu apa yang harus kulakukan" atau "Tenang saja, aku yang menanganinya, dan aku tidak membutuhkan bantuan apa pun." Berbeda dengan pria, apabila wanita menggunakan ungkapan-ungkapan ini, ini merupakan isyarat bahwa ia mencoba menghindari suatu pertengakaran atau perselesihan. Agar tidak timbul pertengakaran, wanita kadang membohongi dirinya sendiri, yakin bahwa segalanya oke, baik-baik saja, dan tidak ada apa-apa, padahal sesungguhnya tidak demikian. Ia mengorbankan atau menyangkal keinginan-keinginan, perasaan-perasaan, dan kebutuhan-kebutuhannya untuk mencegah kemungkinan bertengkar. MENYERAH. Sikap ini juga sering dilakukan oleh wanita. Daripada bertengkar, orang ini menyerah. Mereka akan mengaku salah dan memikul tanggungjawab terhadap apa saja yang membuat marah pasangan mereka. Dalam jangka pendek, mereka tampaknya menciptakan hubungan yang amat mendukung dan penuh cinta, tapi pada akhirnya mereka kehilangan diri sendiri. Untuk menyenangkan pasangan mereka, orang-orang ini secara naluri merasakan keinginan - keinginan pasangan mereka, dan kemudian menyesuaikan diri mereka sendiri agar menyenangkan. Akhirnya mereka benci karena menyerahkan diri sendiri demi cinta. Setiap bentuk penolakan sangat menyakitkan, sebab mereka telah menolak diri sendiri dengan begitu hebat. Mereka berusaha mendhindari penolakan dengan cara apa pun dan ingin dicintai oleh semua orang. Dalam proses ini mereka mengorbankan keberadaan mereka. Dalam jangka panjang, sikap ini akan menyebabkan depresi, tertekan, dan matinya rasa cinta yang alami. KESIMPULAN Mungkin andapun mengambil salah satu sikap di atas, atau beberapa sikap sekaligus. Orang umumnya bergerak dari satu sikap ke sikap yang lain. Semua strategi di atas bertujuan untuk melindungi diri kita sendiri agar jangan terluka. Sayangnya, strategi itu tidak berhasil. Yang berhasil adalah mengenali pertengkaran dan berhenti. Luangkan waktu untuk meredakan ketegangan, kemudian datang kembali dan berbicara. Berlatihlah berkomunikasi dengan pengertian serta rasa hormat yang lebih besar terhadap pasangan anda. Lambat-laun anda akan belajar mencegah pertengkaran dan perdebatan. Penyebab Konflik dan Pertengkaran Kenali penyebab konflik anda dan pasangan anda. Dan Selesaikan ! Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. Ulangan harian PAI LK 1 DRAFT. 1st grade. 0 times. 0% average accuracy. 2 hours ago. ilman_iis79_85345. 0. Save. Edit. Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. answer choices . perasaan mau menang sendiri.
Sikap adalah penentu terbesar dalam kualitas hubungan bersama. Jika kamu atau pacar mempertahankan perilaku buruk maka jangan heran bila hubungan kalian terasa melelahkan dan tidak sesuai harapan. Demi memperbaiki kualitas dan memperkecil drama dalam hubungan, 5 perilaku ini harus dihindari saat bertengkar dengan Melibatkan keluarga atau kerabat dekat dalam tidak ada campur tangan orang lain karena nanti akan memperburuk suasana. Tahan diri untuk tidak bercerita kepada keluarga atau kerabat terdekat, bicarakan baik-baik empat mata dengan situasi yang tenang. Melibatkan orang lain akan membuat permasalahan semakin panjang dan juga membuat titik temu sulit terungkap. Justru ada pembelaan dan perasaan yang tersinggung yang biasanya timbul dari masing-masing pihak. 2. Mencetuskan kata putus tanpa ada pertimbangan jadikan putus sebagai ancaman atau senjata ampuh perdamaian bagi pertengkaran. Putus atau berakhirnya hubungan bukan permainan yang bisa kamu pergunakan semaunya. Hargai hubungan sendiri dengan tidak menyepelekan kata putus boleh terucap saat kedua belah pihak telah mempertimbangkan jalan terbaik untuk masing-masing. Agar tidak menimbulkan penyesalan kata putus juga sebaiknya dibicarakan secara tenang, tidak di saat pertengkaran berlangsung. 3. Pergi meninggalkan dan menghindari dari masalah tidak membuat kondisi membaik. Di saat seperti ini justru berdiskusi sangat dibutuhkan. Kamu gak akan menemukan jalan keluar bila tidak berusaha mencarinya. Mengulur penyelesaian masalah bisa membuat masalah semakin berkembang. Pergi untuk menangkan diri memang diperbolehkan agar pikiran tenang tapi jangan pernah untuk pergi tanpa memberi kejelasan seolah tak bertanggung jawab atas masalah yang ada. Baca Juga Saatnya Kamu Belajar! Ini 5 Makna Pertengkaran dalam Suatu hubungan 4. Mencampurkan semua masalah jadi satu jarang satu masalah bisa merembet ke hal-hal lain yang sebelumnya tidak terbawa. Ini adalah kebiasaan buruk yang tidak seharusnya dipertahankan. Bila pertengkaran ingin segera diselesaikan maka jangan menambahnya dengan berbagai cacian atau keluhan tentang sikap pasangan di hari-hari sebelumnyaMeskipun perasaan jadi lega setelah mengungkapkannya namun ini bukan saat yang tepat untuk sebuah proses penyelesaian Jangan pernah bertengkar di depan di depan publik bukan hanya membuat masalah semakin rumit. Ada orang lain yang menyaksikan dan itu hal yang memalukan. Jaga harga diri masing-masing dengan bersikap bijaksana dan adalah kondisi yang dikonsumsi secara pribadi bukan menjadi tontonan yang tidak layak bagi publik. Kontrol emosi saat bertengkar di tengah perjalanan, bicarakan saat situasinya sudah mendukung. Menghindari 5 perilaku di atas akan membuat hubunganmu jadi semakin berkualitas dan minim drama. Kalau menurutmu apa lagi hal yang harusnya di hindari saat bertengkar selain hal-hal tadi? Baca Juga Patut Dicoba, 5 Tips Meredam Emosi Saat Bertengkar dengan Pasangan IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah A. perasaan mau menang sendiri B. tidak mau menghargai perbedaan yang ada C. mempunyai sifat pendendam D. menjadi orang pemaaf dan sabar E. Islam mengajarkan untuk menjalin hubungan yang baik di masyarakat. Pergaulan dalam Islam diatur dengan sangat baik. Namun terkadang terdapat gesekan-gesekan yang menimbulkan sifat marah dalam Islam dan pertengkaran dalam hubungan tersebut. Pertengkaran dapat terjadi pada siapa saja, baik itu dengan pasangan sendiri, tetangga, teman, atau saudara. Sebagaimana firman Allah SWTتِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَٰتٍ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ وَلَٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُArtinya “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata langsung dengan dia dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang datang sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada pula di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” Al Baqarah 253Allah telah memberitahukan bahwa perselisihan atau pertengkaran merupakan salah satu ujian untuk mengetahui mana yang beriman dan tidak beriman. Berikut adalah 13 akibat pertengkaran dalam Islam yang mungkin terjadi1. Timbul fitnahPertengkaran yang terjadi akan menimbulkan fitnah dalam Islam jika keduanya telah dibakar api kemarahan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Tinggalkanlah perbantahan, karena dengan perbantahan tidak akan di pahami hikmah dan tidak akaan aman dari fitnah.” Ath-Thabrani.2. Tidak mendapat ampunanRasulullah SAW bersabda “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.’” Bukhari.Padahal terdapat pengampunan dosa pada rasa sabar ketika terjadi sampai pertengkaran menjadi dosa yang tak terampuni. “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” HR. Bukhari 5641.3. Akhlak menjadi jelekSeseorang yang sering bertengkar dengan sesamanya sesungguhnya ialah orang yang berakhlak jelek karena lebih mengutamakan nafsunya dibanding kebaikan yang ada dalam dirinya. Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada sesuatupun yang lebih berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat, dari akhlak yang baik. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berakhlak jelek, lagi al-badzii’.” HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan shahih”. Akhlak dalam Islam sepatutnya dijaga dengan cara meningkatkan akhlak. Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian, adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan shahih.”Baca jugaciri-ciri aliran sesat menurut islamamalan ketika mendengar adzanamalan penghapus dosa maksiatdosa besar dalam islambacaan doa dan zikir setelah sholatetika berbicara dalam islam4. Jauh dari surgaSeseorang yang suka bertengkar tentunya akan jauh dari surga karena akhlaknya yang buruk. Penghuni surga hanyalah orang yang memiliki akhlak yang baik, sebagaimana sabda Rasul “Sesungguhnya termasuk orang yang paling saya cintai diantara kalian, dan paling dekat dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya termasuk orang yang paling saya benci diantara kalian, dan paling jauh dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah tsartsaarun orang yang banyak bicara dengan berlebih-lebihan dan keluar dari kebenaran, mutasyaddiqun orang yang banyak bicara dengan tidak hati-hati, dan mutafaihiqun.”Para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui makna tsartsaarun dan mutasyaddiqun. Apakah makna darimutafaihiqun?”Rasulullah bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang sombong yaitu orang yang banyak bicara untuk menunjukkan kefasihan dan keutamaannya -pent.” HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan.”5. Mendatangkan musibahPertengkaran yang berkepanjangan hanya akan mendatangkan musibah. Jadikanlah sabar sebagai cara mengatasi pertengkaran dan cara menghadapi musibah dalam أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍArtinya ” Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu” Asy Syuura 306. Putusnya tali silaturahmiPertengkaran yang terjadi dapat memutuskan tali silaturahmi jika kedua pihak saling kukuh dengan pendapatnya masing-masing dan tidak mau mengalah. Padahal hukum memutuskan tali silaturahmi adalah dilarang. Sebagaimana sabda Rasul“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” Menjadi orang yang sesatRasululla SAW bersabda “Suatu kaum yang sudah diberi hidayah oleh Allah tidak akan sesat, kecuali bila mereka suka bertengkjar HR Tirmizi.” 8. Seolah makan bara apiAbu Hurairah RA, beliau berkata “Ada seorang laki-laki yang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dan laki-laki itu berkata Wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, aku mempunyai keluarga dan ketika aku berbuat baik kepada mereka, mereka berbuat jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, padahal aku telah bermurah hati kepada mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda Jika demikian, maka seolah-olah kamu memberi makan mereka dengan bara api. Dan pertolongan Allah akan selalu senantiasa menyertaimu selama kamu begitu berusaha bersilaturahmi.” HR. Muslim9. Dibenci AllahRasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat sengit dalam bertengkar” tirmidzi dan Nasa’iBaca jugaetika menggauli istri dalam islamadab hubungan suami istri dalam islampentingnya mengenal rasulullah sawtips sehat ala rasulullahdasar hukum islam10. Menambah dosaSeseorang yang suka bertengkar, biasanya juga mempunyai perkataan yang buruk. Sungguh bahaya lidah menurut agama Islam sangat seorang A’rabiy pedalaman meminta wasiat kepada Nabi Sabda Nabi “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencela kekuranganmu, maka jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya ada padanya dan pahalanya ada padamu. Dan janganlah kamu mencaci maki siapapun. Kata A’rabiy tadi “Sejak itu saya tidak pernah lagi mencaci maki orang”. HR. Ahmad.11. Jauh dari IslamDiriwayatkan dari Ziyad bin Hudair, ia berkata, “Umar pernah berkata kepadaku, Tahukah engkau perkara yang merobohkan Islam?’ Tidak! Jawabku.’ Umar berkata,Perkara yang merobohkan Islam adalah ketergelinciran seorang alim, debat orang munafik tentang Al-Qur’an dan ketetapan hukum imam yang sesat’.” Shahih, HR Ad-Darimi [I/71], al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqiih wal Mutafaqqih [I/234], Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd [1475], Abu Nu’aim dalam al-Hilyah [IV/196].12. Dapat menjerumuskan pada kekufuranDiriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah “Perdebatan SAW tentang Al-Qur’an dapat menyeret kepada kekufuran.” HR Abu Daud [4603], Ahmad [II/286, 424, 475, 478, 494, 503 dan 528], Ibnu Hibban [1464]. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ia berkata,“Pada suatu hari aku datang menemui Rasulullah SAW pagi-pagi buta. Beliau mendengar dua orang lelaki sedang bertengkar tentang sebuah ayat. Lalu beliau keluar menemui kami dengan rona wajah marah. Beliau berkata, Sesungguhnya, perkara yang membinasakan ummat sebelum kalian adalah perselisihan mereka al-Kitab’.” HR Muslim [2666].13. Menjadi orang yang dzholimIbnu Abbas radhiyallahu anhumaa “Cukuplah engkau sebagai orang zhalim bila engkau selalu mendebat. Dan cukuplah dosamu jika kamu selalu menentang, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu berbicara dengan selain dzikir kepada Allah.” al-Fakihi dalam Akhbar Makkah.Demikian penjelasan terkait apa saja akibat pertengkaran dalam islam dan dalilnya.

Pertengkaranbiasanya disebabkan rasa marah, stres, dan takut. Belajar mengendalikan emosi bisa menghindarkan diri dari pertengkaran. [11] Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres. Contohnya, Anda bisa berkonsentrasi pada hal-hal positif dalam hidup. Anda mungkin stres karena salah satu anggota keluarga sedang sakit.

Pertama, singkirkan anggapan bahwa dirimu selalu benar. Kita semua adalah manusia, jadi setiap orang pada akhirnya membuat kesalahan. Belajarlah untuk menerima kesalahanmu. Bereaksi berlebihan selama situasi seperti itu dan berlebihan dengan argumen tidak akan menguntungkanmu atau pasanganmu dengan cara apa pun. Belajar Mendengarkan Saat berdebat dengan seseorang, dirimu cenderung mengabaikan apa yang dikatakan orang lain. dirimu mencoba untuk menetapkan poin untuk melepaskan amarah dan frustrasi dari tubuh serta pikiran kita, tetapi saat melakukannya, kita lupa bahwa orang lain juga berada dalam situasi yang sama dan dia mungkin juga ingin mengatakan sesuatu. Tinggalkan Masa Lalu Sejauh ini, ini adalah salah satu hal terburuk yang dapat dirimu lakukan saat bertengkar dengan pasangan. Membawa masa lalu ke dalam argumen saat ini adalah larangan utama. Dirimu mungkin menyakiti diri sendiri dan pasanganmu dengan menggali masa lalu yang tersisa untuk dilupakan. Tetap pada saat ini dan cobalah untuk menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah dengan pasangan perlu dilakukan, jangan pernah untuk menghindari penyelesain masalah tersebut.
Jawabanyang benar adalah: A. Fanatik sempit, individualis, eksklusivisme, primodialisme. Dilansir dari Ensiklopedia, dalam mengembangkan sikap kerjasama di berbagai bidang kehidupan masyarakat, setiap warga negara harus menghindari sikap tidak terpuji seperti Fanatik sempit, individualis, eksklusivisme, primodialisme.
Ilustrasi sebutkan 4 dampak negatif pertengkaran dalam masyarakat! Foto Mateusz Waclawek sebagai salah satu konflik adalah hal yang buruk, namun sayangnya terkadang tidak bisa dihindari. Pertengkaran tentu saja memiliki dampak yang negatif. Sebutkan 4 dampak negatif pertengkaran!Karena pertengkaran berdampak negatif, sebisa mungkin kita harus menghindarinya. Simak penjelasan mengenai dampak pertengkaran dan cara untuk menghindari konflik dalam masyarakat berikut Dampak Negatif Pertengkaran dalam MasyarakatIlustrasi 4 Dampak Negatif Pertengkaran Foto Charl Folscher sih pertengkaran itu? Dilansir dari laman pertengkaran berarti percekcokan; perdebatan. Pertengkaran memang buruk, tetapi pertengkaran pasti tetap ada dalam masyarakat. Berikut ini 4 dampak negatif dari dosa. Jelas dengan bertengkar akan mendapatkan dosa. Karena banyak hal buruk yang terjadi akibat membenci. Dengan bertengkar tentu saja seseorang akan membenci orang lain dan bahkan bisa menjadi hubungan jadi tidak harmonis. Jika pertengkaran terjadi pada orang-orang yang memiliki hubungan dekat, maka biasanya hubungan mereka akan menjadi panjang. Masalah tidak akan cepat selesai dengan bertengkar. Justru masalah akan semakin panjang dan Menghindari KonflikRahim dalam buku Manajemen Konflik oleh Noviza dan Meisari 2021 menjelaskan bahwa individu dapat melakukan berbagai strategi atau gaya dalam manajemen konflik, yaituGaya IntegratingIndividu berfokus pada keuntungan maksimum dan seimbang bagi pihak-pihak yang terlibat pertikaian. Orang dengan gaya integrating berfokus agar pihak-pihak yang terlibat dapat berpartisipasi aktif dalam pemecahan masalah. Komunikasi menjadi hal utama dalam gaya ini, caranya adalah kedua belah pihak dituntut untuk aktif ObligingIndividu cenderung mengalah dengan pihak lainnya, sehingga individu cenderung merelakan kepentingannya yang menyebabkan pihak lain mendapatkan keuntungan DominatingIndividu sangat menekankan kekuatannya di atas pihak lainnya dan sangat berfokus pada kepentingannya serta tidak menghiraukan kepentingan pihak lainnya. Konsekuensinya adalah individu dengan gaya ini cenderung “ngotot” untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi diri atau kelompok yang diwakilkan dan merugikan pihak CompromisingIndividu berupaya menyelesaikan konflik dengan cara mencari “jalan tengah” yang memuaskan sebagian kepentingan dirinya dan sebagian kepentingan pihak lainnya. Gaya ini cukup efektif karena individu dengan gaya ini cenderung berfokus pada AvoidingIndividu memiliki perilaku acuh, yang tidak menghiraukan kepentingannya sendiri maupun pihak lainnya. Individu dengan gaya manajemen konflik ini cenderung menghindar ketika konflik 4 dampak negatif pertengkaran dan cara untuk menghindari konflik yang wajib kalian pahami. Pertengkaran atau konflik kadang tidak terhindarkan namun kalian bisa mencari solusi untuk setiap konflik. Selalu berpikir dengan tenang. KRIS Tidakmembicarakan atau mengurusi masalah orang lain yang sekiranya ia tidak berkenan. Menghindari pertengkaran dengan menjauhi perselisihan, caranya adalah menghormati dan membiarkan perbedaan yang ada. Menjadi pribadi yang tidak mudah mempercayai ghibah, fitnah juga adu domba sebab bisa berujung pada pertengkaran.
Unduh PDF Unduh PDF Terkadang ada orang-orang di sekolah yang tampak selalu ingin bertengkar. Bahkan, mungkin Anda salah satu orang yang selalu kehilangan kesabaran. Namun, bertengkar secara fisik bukanlah cara yang bagus untuk menyelesaikan masalah. Anda bisa terluka atau menimbulkan masalah. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari pertengkaran di sekolah. 1 Tetaplah tenang. Jika Anda berada pada situasi yang tegang, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mencoba meredam situasi tersebut. Untuk mengurangi ketegangan, Anda harus tetap tenang. Jika Anda tetap tenang, orang-orang di sekeliling Anda juga bisa tenang. [1] Tarik napas dalam-dalam. Jika Anda merasa tegang dan ingin bertengkar, berfokuslah pada pernapasan. Tarik napas dan embuskan dengan perlahan. Luangkan waktu untuk berpikir. Jika seseorang mengejek Anda di lorong, impuls Anda mungkin akan terpancing. Alih-alih, Anda harus berhenti. Katakan kepada diri sendiri, “Kalo aku berantem, nanti ada yang terluka dan jadi bermasalah. Sebaiknya aku tetap tenang.” Buat kebiasaan untuk menarik napas dalam-dalam dan berpikir panjang sebelum berbicara atau bertindak. Tindakan Anda mungkin juga bisa menenangkan orang lain. 2 Ubah fokus. Salah satu cara yang baik untuk meredam situasi yang berbahaya adalah mengalihkan perhatian ke hal lain. Contohnya, jika ada yang mendorong Anda di kantin, jangan menanggapinya dengan kekerasan. Alih-alih, temukan cara untuk mengalihkan perhatian.[2] Coba katakan sesuatu seperti, “Eh, belnya udah bunyi, ya? Aku jadi harus mengabaikanmu dan masuk kelas.” Anda juga bisa mengubah fokusnya 180 derajat. Jika ada yang menabrak Anda dengan agresif dalam perjalanan ke kelas, tengok teman Anda dan katakan, “Kamu nonton pertandingan basket kemarin malam, nggak?” Mengubah fokus bisa membantu meredam ketegangan. Dengan berfokus pada hal lain, Anda mengurangi kemungkinan timbulnya pertengkaran. 3 Andalkan humor. Humor bisa meringankan suasana hati semua orang. Jika Anda berada pada situasi yang memungkinkan timbulnya pertengkaran, cobalah katakan sesuatu yang lucu. Menggunakan humor untuk meredamkan ketegangan merupakan cara yang efektif.[3] Jika Anda menunjukkan bahwa Anda cukup santai sampai bisa melontarkan lelucon, orang yang mau mengajak Anda bertengkar mungkin akan mundur. Katakan sesuatu yang lucu untuk meredamkan ketegangan. Jangan buat lelucon yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Alih-alih, coba sadari betapa ironis atau lucunya situasi yang Anda hadapi. Mungkin seseorang mencemooh Anda karena Anda belajar saat jam istirahat. Anda bisa sekadar tertawa dan bilang, “Sekarang mungkin membosankan, tapi kalo nanti aku masuk universitas bagus, pasti enak.” 4 Jadilah percaya diri. Jika Anda percaya diri, keinginan untuk bertengkar pun berkurang. Saat merasa percaya diri, Anda akan merasa bahwa Anda bisa menangani situasi yang sulit dengan dewasa, Ada banyak cara untuk membangun kepercayaan diri dan menampilkannya agar terlihat orang lain.[4] Berfokuslah pada kelebihan. Jika seseorang mengejek pakaian Anda, pikirkan saja, “Setidaknya aku jago main bola.” Berlatihlah menangani situasi sulit. Luangkan waktu untuk memikirkan tanggapan yang Anda berikan jika diajak bertengkar. Jika sudah melatih tanggapan, Anda akan merasa lebih percaya diri. Contohnya, Anda bisa berlatih untuk bilang sesuatu seperti, “Aku ada kerjaan lain yang lebih penting daripada berantem.” 5 Atasi hinaan. Tidak semua pertengkaran dalam bentuk fisik. Seseorang mungkin mengajak Anda bertengkar dengan menggunakan perkataan yang menyakiti hati. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi agresi verbal dengan efektif.[5] Salah satu cara untuk mengatasi perisak adalah mengabaikannya. Jika seseorang mengejek Anda, pergi saja dari hadapannya. Taktik lainnya adalah tetap tenang. Cobalah bilang, “Tahu, nggak, nggak ada alasan bagiku untuk teteo ngobrol sama kamu kalo kamu begini terus.” Tunjukkan dengan jelas bahwa Anda tidak mau bertengkar. Jika Anda tidak menanggapi situasinya, kemungkinan besar, situasinya akan mereda sendiri. Iklan 1 Percayai insting Anda. Meredam situasi yang buruk itu penting. Namun, mengambil langkah untuk menghindari situasi yang buruk juga sama pentingnya. Habiskan waktu untuk memikirkan perubahan yang bisa Anda buat agar terhindar dari potensi pertengkaran.[6] Ikuti insting. Jika Anda berada dalam perjalanan pulang dan melihat sekumpulan anak berdiri dipojok, Anda mungkin merasa bahwa akan timbul masalah jika berjalan melewati mereka. Hindari situasi tersebut dengan berjalan pulang melalui rute yang berbeda. Waktu tempuhnya mungkin sedikit lebih lama jika mengubah rute, tetapi Anda juga terhindar dari pertengkaran. Hal yang sama juga berlaku saat Anda berada di sekolah. Jika Anda melihat sekumpulan anak yang tampak mencurigakan, jangan mendekati mereka. Gunakan rute yang berbeda untuk pergi ke kelas. 2 Utamakan keselamatan. Anda bisa terluka jika bertengkar. Karena itulah Anda harus selalu menyadari betapa pentingnya keselamatan. Ada baiknya Anda menyadari hal-hal di sekeliling Anda.[7] Usahakan bepergian dengan teman-teman. Jika memungkinkan, jangan berjalan sendirian pada jam istirahat atau saat pergantian kelas. Kemungkinan perisak mendekati Anda lebih kecil jika Anda bersama dengan orang lain. Anda juga sebaiknya makan siang bersama teman-teman. Jika Anda mengkhawatirkan keselamatan diri, usahakan selalu berada dekat orang dewasa. Di kantin, duduklah di kursi yang dekat dengan orang dewasa. 3 Tetapkan batasan. Anda bisa menunjukkan dengan jelas bahwa murid-murid lainnya harus menghargai ruang pribadi Anda. Menetapkan batasan adalah cara yang baik untuk menghindari perkelahian. Tetapkan batas yang jelas yang tidak boleh dilewati siapa pun.[8] Jika seseorang menabrak Anda, cobalah bilang, “Kamu bisa tolong agak jauhan nggak jalannya?” Katakan dengan tegas dan sopan. Anda mungkin harus keluar ruangan dan seseorang menghalangi Anda. Anda bisa bilang, “Tolong jangan menghalangi.” Dengan menetapkan batasan, Anda menunjukkan dengan jelas bahwa Anda tidak mau bertengkar. Itu pilihan yang lebih baik daripada mendorong orang agar tidak menghalangi Anda. 4 Gunakan suara Anda. Ucapan Anda adalah senjata yang terkuat. Anda bisa menggunakan suara untuk menghindari situasi yang berpotensi bahaya. Contohnya, jika Anda melihat ada yang bertengkar, Anda bisa menggunakan kata-kata untuk meredam situasinya.[9] Cobalah menggunakan logika. Alih-alih terlibat secara fisik, Anda bisa bilang, “Kalian nanti jadi bermasalah kalo bertengkar terus. Aku tahu kalian sama-sama nggak mau diskors dari tim basket.” Anda juga menggunakan ucapan untuk meminta bantuan. Beri tahu orang dewasa bahwa akan terjadi pertengkaran. Itu pilihan yang bisa membantu Anda menghindari bahaya. Usahakan untuk selalu berbicara dengan jelas dan percaya diri. Anda mau orang lain memercayai ucapan Anda. Anda harus sopan. Jangan menggunakan ucapan untuk menyulut masalah.[10] Alih-alih mengolok-olok seseorang, cobalah bilang, “Aku tahu kalian lebih baik daripada ini. Aku rasa kalian nggak mau berantem beneran.” 5 Kelola emosi Anda. Salah satu alasan orang-orang bertengkar adalah mereka membiarkan dirinya terbawa emosi. Pertengkaran biasanya disebabkan rasa marah, stres, dan takut. Belajar mengendalikan emosi bisa menghindarkan diri dari pertengkaran.[11] Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres. Contohnya, Anda bisa berkonsentrasi pada hal-hal positif dalam hidup. Anda mungkin stres karena salah satu anggota keluarga sedang sakit. Alih-alih berfokus pada hal tersebut di sekolah, luangkan waktu untuk bersyukur karena Anda bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman. Ada juga cara yang efektif untuk mengendalikan kemarahan Anda. Contohnya, Anda bisa melatih teknik pernapasan dalam. Hitung sampai lima sembari menarik napas dengan perlahan, lalu hitung lagi sampai lima sembari mengembuskan napas. Bicarakan perasaaan Anda. Jika Anda menghadapi perasaan yang merepotkan, ceritakan kepada teman, orang tua, atau guru. 6 Kendalikan hidup Anda. Semua orang pernah mengalami hari yang melelahkan. Terkadang Anda merasa ingin marah-marah kepada seseorang atau kesabaran Anda sudah mau habis. Ingatlah bahwa Anda bisa memilih cara menangani hari-hari semacam itu.[12] Wajar saja jika Anda mengalami hari yang melelahkan. Namun, Anda bisa mengurangi masa-masa tersebut dengan berfokus pada hal-hal positif yang ada dalam hidup Anda. Jika Anda menyadari bahwa Anda akan mengucapkan sesuatu yang kejam, alihkan pikiran Anda. Cobalah bilang kepada diri sendiri, “Oke, sekarang aku kesal, tapi aku nggak sabar mau main gim nanti.” Mungkin ada yang mengucapkan perkataan yang menyakiti hati Anda di sekolah. Anda bisa menggunakan siasat penanganan yang sama seperti halnya saat Anda diajak bertengkar secara fisik. Rawat tubuh Anda. Pastikan Anda cukup olahraga dan istirahat. Itu akan membantu menstabilkan suasana hati Anda dan membantu Anda menghindari keinginan bertengkar. Iklan 1 Bicaralah dengan orang tua. Murid lainnya mungkin mengajak Anda bertengkar. Atau Anda mungkin ingin bertengkar dengan murid lainnya. Apa pun itu, menghadapi agresi bisa menjadi pengalaman yang amat emosional. Cari orang-orang yang bisa mendukung Anda.[13] Orang tua bisa membantu Anda menangani masalah yang berat. Tanyakan kepada mereka apakah Anda bisa bercerita. Permintaan Anda harus spesifik. Katakan, “Bu, aku boleh nggak cerita tentang masalah rumit yang lagi kuhadapi?” Anda harus terbuka dan jujur. Ceritakan masalah sesungguhnya kepada orang tua. Bekerja samalah untuk menemukan solusi. 2 Minta nasihat dari guru. Para guru merupakan sumber bantuan lainnya. Jika Anda dekat dengan seorang guru, pertimbangkan untuk meminta saran dari guru tersebut. Anda bisa meminta guru tersebut untuk merahasiakan perbincangan kalian.[14] Ceritakan kekhawatiran Anda kepada wali kelas. Contohnya, Anda bisa bilang, “Belakangan aku berdebat terus sama Jason. Takutnya kami jadi berantem beneran.” Anda juga bisa berbicara dengan guru BK. Guru BK sudah terlatih untuk membantu para murid mengatasi situasi yang rumit. Pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang guru olahraga atau guru pembimbing ekstrakurikuler apa pun sepulang sekolah. Orang dewasa mana pun yang mengenal Anda dengan baik kemungkinan besar akan bisa membantu Anda menemukan cara untuk menghindari pertengkaran. 3 Habiskan waktu dengan sahabat sejati. Kemungkinan besar Anda disibukkan dengan urusan sekolah, aktivitas luar sekolah, dan pekerjaan rumah. Namun, Anda jangan sampai lupa meluangkan waktu untuk bergaul. Teman juga merupakan sumber bantuan.[15] Teman bisa membuat Anda tertawa. Saat Anda sudah lebih santai, kemungkinan Anda untuk terpancing perkelahian akan lebih rendah. Habiskan waktu dengan orang-orang yang tulus. Anda dan teman-teman seharusnya memperlakukan sesama dengan baik. Kalian juga seharusnya saling berkata jujur. Jika Anda bermasalah dengan teman sekelas, ceritakan kepada teman dekat Anda. Katakan, “Aku takut ini. Kayanya ada yang mau ngajak berantem. Kita bisa duduk bareng nggak pas makan siang minggu depan?” 4 Gunakan sumber daring. Masa-masa SMP dan SMA bisa menimbulkan stres. Saat beranjak dewasa, kita kesulitan untuk menemukan cara positif guna menghadapi perubahan. Namun, ingatlah bahwa selalu ada seseorang yang bisa mendengarkan Anda.[16] Gunakan internet. Ada banyak forum diskusi dan ruang bincang yang didekasikan untuk membantu remaja. Cari situs yang menawarkan nasihat untuk melawan perisakan. Anda bisa belajar menghindari perisak dan tidak menjadi perisak. Pertimbangkan untuk mengunjungi situs semacam Anda bisa berbincang, mengirimkan pesan, berbalas surel, ataupun berbicara di telepon dengan seseorang yang memahami apa yang Anda hadapi.[17] Iklan Kepercayaan diri itu sangat penting. Jangan cemaskan pendapat orang lain yang melihat Anda menolak untuk bertengkar. Minta bantuan jika Anda mengkhawatirkan keselamatan diri. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Caramengatasi pertengkaran yang ada dalam rumah tangga diantara sebagai berikut : 1. Perencanaan finansial sebelum pernikahan Untuk masalah finansial setelah menikah, ada baiknya dibicarakan sebelum pernikahan. Nanti akan ada solusi dalam mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros setelah menikah. Pepatah mengatakan bahwa pertengkaran adalah bumbu sebuah hubungan. Rasanya sebuah hubungan tak lengkap bila tak ada pertengkaran. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa pertengkaran membuat sebuah hubungan menjadi lebih erat setelahnya. Akan tetapi, pertengkaran, bagaimana pun itu, tentu menyakiti kedua belah pihak. Apalagi, bila pertengkaran tak dapat diselesaikan dengan tepat dan melegakan, maka hal ini bisa menjadi semacam bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan malah merusak hubungan rumah tangga. Oleh karenanya, akan lebih baik bila Anda dan pasangan berupaya untuk menghindari pertengkaran. Dr. Jerry Duberstein, terapis pernikahan dan konselor kesehatan mental berlisensi di Massachusetts, AS, memberikan tip berikut ini untuk menjaga rumah tangga Anda dari konflik yang meledak-ledak. 1. Jujurlah Tentang Keinginan Anda Komunikasi yang baik dan efektif adalah hubungan timbal balik yang sehat dari keduanya. Sering kali pertengkaran terjadi hanya karena tidak terungkapnya keinginan masing-masing. 2. Ciptakan Keamanan Pasangan sering kali tidak tahu bahwa tidak adanya komunikasi adalah tanda ketakutan atau ketiadaan perasaan aman di dalam hubungan. Tanpa ada rasa aman dalam hubungan, pasangan jadi akan tertutup dan enggan berbagi, bahkan tidak mau menyampaikan pendapat. Ini tentu akan jadi masalah kronis yang memicu pertengkaran semakin hebat. Baca juga Suami, Tempat Curhat Ternyaman 3. Saling Mempelajari Perbedaan Perempuan dan laki-laki memang berbeda. Perempuan butuh lebih banyak bicara dan mengutarakan perasaannya. Laki-laki biasanya dianggap lebih logis dan solutif. Bila antarpasangan tidak belajar bahwa ada perbedaan dalam cara masing-masing bereaksi atas sesuatu, maka pertengkaran menjadi hal yang sangat mudah timbul. 4. Dengarkan Sepenuh Hati Ingat bahwa Anda bukan mendengarkan untuk menunggu giliran Anda menjawab, melainkan mendengarkan dengan sepenuh hati. Anda perlu mendengarkan untuk mencari informasi yang akan membantu Anda mengetahui dan mencintai pasangan Anda secara lebih intim. Anda tidak akan mendapat apa pun jika Anda hanya menunggu pasangan berhenti berbicara sehingga Anda dapat mengatakan apa yang ingin Anda katakan. Baca juga 5 Kiat Mendengarkan dengan Penuh Empati agar Pasangan Merasa Dipahami 5. Ajukan Pertanyaan Terbuka Alih-alih memberikan pertanyaan seperti, “Kamu marah?” lebih baik ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Apa yang membuat kamu keberatan kalau aku harus pergi bekerja di akhir pekan?” Kalimat tersebut mengundang diskusi yang lebih terang dan tidak menghakimi. 6. Perhatikan Kondisi Masing-masing Mengobrol bersama pasangan memang menyenangkan. Akan tetapi, selalu perhatikan untuk tidak membicarakan topik berat ketika Anda berdua lelah. 7. Jangan Berpikir Pasangan Bisa Membaca Pikiran Ini adalah sebuah kesalahan besar. Pasangan Anda bukanlah peramal. Ia tak bisa membaca pikiran Anda. Hanya karena berekspektasi bahwa ia mengerti pikiran Anda, Anda bisa jadi kesal sendiri saat ia tak melakukan apa yang Anda harapkan. Baca juga Cara Terbaik Selesaikan Pertengkaran dengan Suami Hubungan Suami Istri Tak Lagi Mesra, Mengapa? Sandi Rahasia Untuk Menambah Kemesraan Manfaat Bermesraan Mesra dalam Waktu 60 Detik LELA LATIFA FOTO FREEPIK Updated Juni 2022 MenghindariMinuman Keras, Berjudi Dan Pertengkaran. 1. Pengertian Berjudi. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, judi (kata benda) adalah permainan dengan memakai uang sebagai taruhan, seperti main dadu dan kartu. Judi atau berjudi dalam hukum Islam diberi batasan "halal dan haram" yang berdasarkan pada suatu niat dan tujuan dari permainan .
  • cl5km29fmz.pages.dev/156
  • cl5km29fmz.pages.dev/390
  • cl5km29fmz.pages.dev/364
  • cl5km29fmz.pages.dev/35
  • cl5km29fmz.pages.dev/295
  • cl5km29fmz.pages.dev/250
  • cl5km29fmz.pages.dev/324
  • cl5km29fmz.pages.dev/362
  • sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah